{SALATIGA} Sabtu, 11 Mei 2024. menjadi momentum penting bagi kedua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terkemuka di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dan UIN Walisongo. UKM JQH Al-Furqan UIN Salatiga dan UKM BITA UIN Walisongo melaksanakan Studi Komparatif di Aula Masjid Kampus 1 UIN Salatiga. Acara dimulai pukul 8.00 - 13.00 WIB bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan relasi, bertukar pengalaman dan ide-ide inovatif untuk kemajuan kedua organisasi tersebut. Acara ini pula bertujuan sebagai sarana membandingkan dan memperkuat kerjasama antara kedua UKM dalam meningkatkan kualitas dan kontribusi terhadap mahasiswa.
Dalam acara ini, peserta dari kedua UKM berkesempatan berbagi pengalaman, dan pengetahuan tentang pengenalan masing-masing struktur organisasi UKM, program kerja unggulan serta dan sesi sharing bersama untuk bertukar isi pikiran terkait ide-ide inovatif pengembangan kegiatan serta program-program yang lebih baik di masa mendatang.
Pukul 09.00 pembukaan acara yang dipandu langsung oleh pembawa acara (MC) diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada negara. Kemudian, para wakil ketua umum masing-masing UKM memberikan sambutan, diikuti dengan doa pembukaan acara untuk kesuksesan kegiatan ini.
Ketua Umum UKM JQH Al-Furqan Mas Habib, dengan semangat membara, menyampaikan jargon mereka, "Salam Qur'ani, selalu dihati," yang dilanjutkan oleh Ketua Umum UKM BITA dengan jargon "Salam Fastabiqul Khoirot... Khoir, Ora BITA... Ora Cinta." Para peserta dengan kompak merespons jargon tersebut, mencerminkan semangat serta antusias yang tinggi dalam acara ini.
Sesi berikutnya menampilkan pengenalan masing-masing pengurus dan program kerja dari kedua UKM. Acara semakin menarik dengan adanya sesi sharing pengalaman, di mana pengurus UKM BITA membentuk lingkaran untuk membandingkan dengan UKM JQH Al-Furqan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Departemen Kesenian dibandingkan dengan Divisi Tilawah, Divisi Sholawat, Divisi Tafsir, dan Divisi Kaligrafi. Sementara Departemen Tahfid dibandingkan dengan Divisi Tahfid, Departemen Pendikar dan Manajer dibandingkan dengan Divisi Kaderisasi dan Divisi Litbang, serta Departemen RT dibandingkan dengan Divisi Inventarisasi dan Departemen Humas dibandingkan dengan Divisi Humas, Departemen Kominfo dibandingkan dengan Divisi Medinfo.
Setelah sesi diskusi yang intens, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Dzuhur berjamaah, diikuti dengan makan bersama sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Acara Studi Komparatif ditutup dengan semangat yang tinggi, menegaskan komitmen kedua UKM untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa dan lingkungan kampus.
Kesimpulannya, Dengan adanya studi komparatif kita bisa menambah wawasan kita, menambah keilmuan kita dan bertambah pulaa saudara kita, intinya study komperatif ini kita bisa menjalin silaturahmi dengan baik, berkomunikasi dengan baik, berintraksi dengan baik, dan tidak hanya sampai di pertemuan ini saja, kita sudah menjadi saudara dimana kita harus terus menjaga tali persaudaraan ini dengan baik yang berada di dalam organisasi ukm bita x jqh alfurqon yang berlandaskan Al-Qur'an dan sunnah"nya, organisasi ini dinaungi para pembina dan juga pembimbing baik dari universitas maupun fakultas, UKM BITA X UKM JQH ALFURQON, Kita adalah satu misi yang bergerak di bidang yang sama untuk menjaga budaya budaya islami yang sudah di perjuangkan para qori' qoriah para hafidz hafidzoh dan para pecinta seni islami terdahulu, yakni antara lain : tilawah, rebana, tahfidz, kaligrafi dan masih banyak lagi perkembangan perkembangan yang tentunya terus dalam misi yakni berfastabiqul khoirot.
Penulis: Rizqi Maulana