Sejarah UKM BITA UIN WALISONGO


SEJARAH BITA

A.    Pendahuluan
Puji syukur Alhamdulillah yang mana atas ridhoNya penulis dapat memenuhi tanggung jawab menyampaikan sedikit pengetahuan tentang UKM BITA dan bagaimana tantangan ke depan sebagai generasi penerus yang cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat




Unit Kegiatan Mahasiswa Bimbingan Ilmu Tilawah Al-Qur’an (UKM BITA) merupakan lembaga semi otonom yang mempunyai kewenangan untuk menentukan arah kegiatannya sendiri. Secara umum dalam aktifitas kesehariannya BITA mempunyai tugas yaitu mengembangkan kemampuan mahasiswa khususnya dalam bidang tarik suara dan lagu-lagu Qur’ani, serta seni rebbana. Serta menggali dan mencari bibit Qori’ Qori’ah, dengan tujuan untuk  mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Dengan sebuah penggalan ayat “Fastabiqul Khairat” sebagai motonya dan sesuai hadits Nabi yang artinya: “sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mau mengamalkannya”, kiranya dengan tujuan membentuk manusia yang cinta terhadap Al-Qur’an menuju masyarakat Qur’ani
        
B.     Tinjauan Historis
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa BITA adalah lembaga yang cukup membanggakan dikalangan civitas akademika UIN Walisongo dalam bidang kajian Ilmu Tilawah Al-Qur’an dibanding dengan UKM yang sama di fakultas lain, dan merupakan unit kegiatan mahasiswa pertama yang membidangi kegiatan Ilmu Tilawah Al-Qur’an di lingkungan UIN Walisongo 
Awalnya BITA masih bernaung dalam satu lembaga yaitu KPT Beta, yang pada waktu itu KPT Beta mengelola bebarapa bentuk kegiatan seni, termasuk di dalamnya seni tilawah Al-Qur’an. Karena para aktifis yang menggeluti tilawah Al-Qur’an merasa tidak sanggup jika harus mengikuti semua kegiatan yang ada di KPT Beta. Maka Ustd. Muhammad Syafi’i dan Drs. Zakaria Ahmad, ZA, pada sekitar tahun 1988 mempunyai gagasan agar seni tilawah Al-Qur’an dibuatkan wadah sendiri. Namun pada tahun itu keinginan tersebut tidak langsung terwujud hingga pada tahun berikutnya. Tepatnya pada tanggal 4 Maret 1989, UKM Bimbingan Ilmu Tilawah Al-Qur’an diresmikan sebagai Unit Kegitan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Tarbiyah dengan Ali Ma’ruf (Alm.) sebagai ketua pertamanya. Dan untuk kepengurusan selanjutnya dipegang oleh :
  1. Nurul Fuad Zein                      tahun 1991-1992
  2. Ridwan M.Ag                         tahun 1992-1993
  3. Muhlisin                                  tahun 1993-1994
  4. Rufiatun                                  tahun 1994-1995
  5. Muhlisin                                 tahun 1995-1996
  6. Ifrokhatul Khusnah                tahun 1996-1997
  7. Istiadatus Sholihah                  tahun 1997-1998
  8. Ahmad Zuhruddin                  tahun 1998-1999
  9. Zubaidi (Almarhum)               tahun 1999- 2000
  10. Syaifudin Zuhri                       tahun 2000-2001
  11. Sukardi                                    tahun 2001-2002
  12. Chudlori                                  tahun 2002-2003
  13. M. Syahirun                            tahun 2003-2004
  14. Karyadi                                   tahun 2004-s/d Desember 2004 (masa transisi)
  15. Siti Nurjannah                         tahun 2005
  16. Abdul Rouf                             tahun 2006 – 2007 (2 periode)
  17. Ahmad Muthofi’in                  tahun 2008
  18. Nur Laila Khafidoh                tahun 2009
  19. A. Miftahul Huda                   tahun 2010
  20. Sulhanuddin                            tahun 2011-2012 (2 periode)
  21. Achmad Ilman M                    tahun 2013
  22. Fatchul Amar                          tahun 2014
  23. M. Murodhi                             tahun 2015
  24. Abdul Jamil                             tahun 2016
  25. Angga Riyawan A                  tahun 2017
  26. Sidik Alwani                           tahun 2018 
  27. Zaenal Arif                               Tahun 2019 
  28. Hiut Danalam                            Tahun 2020
  29. Ahmad Khumaidi                  tahun 2021
  30. Hariz Nur Fadhullah.             Tahun 2022
  31.  Efendi Sukri Niam.                Tahun 2023

Beberapa Kader BITA yang berprestasi baik ditingkat Propinsi maupun di tingkat Nasional, tercatat nama-nama seperti Drs. Zakaria Ahmad ZA (alm), Ust. Ridwan, Ust. Ali Ma’ruf (Alm.), Nur Izzah, Awin Rohmah (almh), Ust.Ulin Nuha,S.Ag (Almarhum), Nisrohatut Thoyyibah, M.Syahirun, Nur Laily Fauziah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan perlu diketahui bahwa di setiap ada event MTQ maupun MTQ maupun MHQ ditingkat mahasiswa UKM BITA selalu berperan aktif dari UIN Walisongo

  1. Sekarang dan Di masa yang Akan Datang
Satu modal utama sebagai seorang kader BITA adalah keikhlasan yaitu Ikhlas dalam segala hal, serta mempunyai semangat ingin berubah menjadi lebik baik. Tentu sebagai modal awal adalah kedisiplinan, baik waktu, cara berbicara, maupun hal lain yang dapat membawa dampak positif bagi UKM BITA yang kita cintai dan bagi pribadi kader sendiri. Sehingga kelak ketika hidup di masyarakat tidak ada istilah gugup, kebingungan, atau hal lain yang sangat tidak masuk akal saat mengabdi di dalamnya. Selain itu, harus selalu membawa nama baik BITA, bahkan lebih. Kader BITA mampu menjadi contoh di mata lembaga kemahasiswaan yang lain. Karena secara langsung maupun tidak, kita membawa nama Al-Qur’an.
Sebagai kader yang baik, pasti semuanya mengerti akan hal ini. Maka dari itu, kader BITA tidak akan “demam” ketika telah menyelesaikan studi di UIN Walisongo. Kader BITA seperti inilah yang nantinya tidak khawatir beradaptasi di tengah-tengah masyarakat yang heterogen.
 Sebagai akhir tulisan ini, untuk menjadi kader yang diharapkan mempunyai semangat “memiliki” UKM BITA yang kita cintai, serta semangat itu ada dan terus ada dalam hati kita semua  ketika hidup di tengah-tengah masyarakat. Dan lebih umum lagi semoga kita tetap diberi Istiqomah sebagai Generasi yang Cinta Al-Qur’an. Amin Yaa Robbal ‘Alamin
 Dan kepada peserta baru dari UKM BITA , penulis sangat berharap semoga dapat berperan aktif, menyadari untuk saling memberi dan menerima, serta tidak lupa saya ucapkan selamat bergabung bersama UKM BITA. Kreatifitas anda saya tunggu. Dan Jadilah Kader yang Istiqomah.

      Semarang, 26 Desember 2021

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama