
Semarang, 18 Mei 2024.
Departemen Tahfidz UKM BITA menyelenggarakan Diskusi Qur'ani dengan tema “Optimalisasi Peran Pemuda Pemudi Sebagai Penjaga Kalam Ilahi di Era Disrupsi”. Acara ini dirancang sebagai ruang diskusi untuk merespons tantangan dalam menjaga dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang dikenal sebagai era disrupsi. Diskusi ini menghadirkan Ustadzah Nabeela Himmatus Tsuroya, S. Pd., CPS., sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Ustadzah Nabeela menekankan pentingnya kebijaksanaan dan kecerdasan dalam penggunaan teknologi oleh generasi muda. Era disrupsi, menurutnya, adalah masa di mana inovasi teknologi dan perubahan sosial terjadi dengan cepat, mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara beragama dan menjaga nilai-nilai spiritual. Ia mengingatkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak, namun juga bisa menjadi sumber kerusakan jika disalahgunakan.
Ada empat poin utama yang dibahas mengenai peran pemuda dalam menjaga Kalam Ilahi di era disrupsi:
1. Circle Positive: Mengelilingi diri dengan komunitas yang positif dan mendukung, untuk pengembangan diri yang lebih baik.
2. Bijak Bermedia Sosial: Menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam dan nilai-nilai Al-Qur'an dengan konten yang bermanfaat dan inspiratif.
3. Promotor Kegiatan: Bertindak sebagai agen perubahan yang aktif dalam kegiatan sosial, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur'an dalam setiap aksi dan inisiatif.
4. Role Model: Menjadi teladan nyata dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam sikap, perbuatan, dan pola pikir sehari-hari.
Ustadzah Nabeela berharap poin-poin ini dapat diimplementasikan oleh para pemuda dan pemudi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat berperan optimal sebagai penjaga Kalam Ilahi di tengah tantangan era disrupsi.
Diskusi Qur'ani ini diharapkan dapat membuka cakrawala pengetahuan para peserta, serta menjadi wadah berbagi gagasan dan ide tanpa memandang siapa yang lebih pintar atau lebih tahu. Semua peserta duduk sama rata dan setara dalam bingkai mencari kebenaran, memperkuat peran pemuda dalam menjaga dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an di era modern ini.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Departemen Tahfidz UKM BITA.
Penulis: Fahmi Alfianto