Haflah Tilawah Serangkai Tarbiyah Bersholawat: Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Potensi Seni Tilawah di UIN Walisongo



Semarang, Minggu, 17 November 2024, Haflah Tilawah dari Serangkai Tarbiyah Bersholawat sukses dilaksanakan di Masjid Al-Fitrah Kampus 2 UIN Walisongo. Acara ini dimulai jam 08.30 sampai jam 11. 50 WIB yang dihadiri oleh keluarga besar UKM BITA dan panitia penyelenggara sebagai bentuk syukur atas perjalanan organisasi sekaligus peringatan hari jadi BITA. Selain sebagai ajang syukuran, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi di antara para anggota dan membangun semangat kebersamaan, serta mengembangkan potensi seni tilawah yang dimiliki oleh para peserta. Dengan antusiasme tinggi, para anggota saling mendukung dan merayakan kebersamaan dalam melestarikan seni tilawah di lingkungan kampus.  

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars BITA yang menambah semangat para peserta. Sesi Haflah Tilawah pun dimulai dengan penampilan yang menampilkan 13 peserta dari angkatan 2024 hingga 2021, yang masing-masing menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam seni tilawah. Penampilan mereka tidak hanya menampilkan keterampilan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menunjukkan dedikasi dan latihan yang sudah dilakukan. Selain itu, acara ini semakin meriah dengan hadirnya persembahan dari berbagai UKM Religi di kampus, termasuk penampilan dari UKM KORDAIS yang berasal dari Fakultas Dakwah, yang turut memeriahkan acara dan memberikan warna yang berbeda.

Sebagai bagian dari acara yang sangat dinanti, penampilan spesial hadir dari alumni UKM BITA, yaitu Ustadz Hasan Asy’ari dan Ustadz Muhammad Yasin Yusuf. Keduanya memberikan penampilan luar biasa yang tidak hanya memukau para hadirin, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda di UKM BITA. Kehadiran mereka menjadi simbol kesuksesan dan kebanggaan alumni yang tetap menjaga hubungan erat dengan organisasi. Penampilan mereka tidak hanya berupa tilawah, tetapi juga membawa pesan penting tentang makna sejati dari tilawah Al-Qur’an, serta bagaimana menjaga kesucian niat dalam setiap lantunan ayat yang dibaca. Selain itu, mereka juga memberikan motivasi kepada peserta untuk terus berusaha dan mengasah kemampuan, agar dapat menjadi qari' yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mendalam dalam penghayatan.

Puncak acara adalah mauidhoh khasanah dari Ustadz Hanif Al-Afghani. Dalam pesannya, beliau menyampaikan pentingnya mengenali karakter suara masing-masing qari', memahami irama dan variasi yang sesuai, serta memilih guru yang ahli untuk mempelajari tajwid. Beliau menekankan bahwa tilawah tidak hanya membutuhkan usaha lahiriah berupa latihan (riyadhoh), tetapi juga usaha batiniah seperti doa. "Jangan pernah sombong hingga lupa berdoa," pesan beliau. Selain itu, beliau mengingatkan agar setiap qari terus istiqamah dan berhati-hati dalam belajar, karena kesungguhan dan kedisiplinan adalah kunci keberhasilan.

Penulis: Anniv


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama