Semarang, 27 September 2024 — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bimbingan Ilmu Tilawah Al-Qur’an (BITA) menggelar acara Sima'an bin Nadzar di Masjid Al-Muhajirin. Acara ini berlangsung pada pukul 13.00 WIB hingga selesai, dihadiri oleh Pembina UKM BITA, Ustadz Mursyid, M.Ag. Acara tersebut diawali dengan pembacaan Al-Qur'an secara khidmat, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustadz Mursyid.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Mursyid menyampaikan pesan penting dari Baginda Nabi Muhammad SAW terkait pemanfaatan waktu dan kesempatan dalam hidup. "Setiap fase kehidupan memiliki potensi yang harus kita maksimalkan sebelum datang perubahan yang tak terelakkan," ujar Ustadz Mursyid dalam tausiyahnya.
Beliau mengutip sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas:
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum kematianmu." (H.R. Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Hakim no. 7846, dan Al-Baihaqi no. 10248)
Pesan ini memiliki makna mendalam, terutama bagi generasi muda, tentang pentingnya mengelola waktu, kesehatan, dan rezeki dengan bijaksana. Ustadz Mursyid mengajak para peserta untuk selalu sadar akan setiap detik yang diberikan, memanfaatkannya untuk hal-hal positif dan bermanfaat. "Dalam kehidupan yang penuh ketidakpastian, kita harus selalu siap menghadapi perubahan dengan kesiapan mental dan fisik, memaksimalkan segala potensi yang kita miliki," tambahnya.
Acara Sima'an bin Nadzar ini diakhiri dengan doa bersama, berharap agar setiap individu bisa memanfaatkan waktu yang diberikan dengan baik, memperbanyak amal ibadah, dan tetap berkomitmen menjadi pribadi yang produktif serta bertakwa.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa untuk lebih serius dalam memanfaatkan waktu luang mereka dan menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik, spiritual, dan sosial, agar tercapai kehidupan yang lebih bermakna dan berkah.
Penulis: Fahmi Alfianto