Adakan Study Komparatif, UKM BITA Tahun ini menjadi Tuan Rumah

 


SEMARANG - Pada , 13 Mei 2023, dilakukan studi komparatif antara UKM BITA UIN Walisongo Semarang dengan UKM READY Universitas Negeri Diponegoro Semarang. Studi ini diikuti kurang lebih 130 peserta yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 Gedung Dekanat FITK Kampus 2 UIN Walisongo yang bertujuan untuk membangun relasi antar pengurus, menukar pengalaman serta mengkomparasikan kinerja kedua UKM yang bergerak di bidang seni islami. 

Acara ini dibuka dengan lantunan sholawat dari Grup Rebana El-BITA selaku tuan rumah untuk menyambut kedatangan tamu istimewa dari UKM Ready. Setelah kedatangan mereka pada pukul 08.30 dengan sambutan yang meriah, lalu dibukalah acara studi komparatif ini.

Setelah dibuka acara studi ini, dalam sambutannya Mas Efendi Sukri Niam selaku ketua UKM BITA “saya berharap supaya teman-teman UKM Ready maupun UKM BITA dapat mengikuti acara studi ini dengan benar-benar serius dan kalau bisa, supaya lebih akrab bisa saling mengesave nomor WA “ ujarnya. 

Sambutan kedua disampaikan dari Ketua UKM Ready, dalam sambutannya “saya mengucapkan terima kasih kepada UKM BITA atas kerjasama dalam menjalankan program kerja studi komparatif ini, dan saya harap ilmu yang didapat di dalam ruangan ini bermanfaat bagi kita semua” ungkap Ketua UKM Ready Moh. Nursidiq Fathoni. 

Setelah sambutan, dilanjutkan dengan pemaparan struktur kepengurusan, dan program kerja masing-masing UKM, yang disampaikan oleh koordinator yang besangkutan. Alhasil, dilihat dari jumlah staff departemen sudah terlihat berbeda, yakni dari UKM Ready hanya ada BPH, dan 4 departemen, berbeda dengan UKM BITA yang memiliki 6 departemen, manajer dan BPH.

Selanjutnya disampaikan juga perbedaan yang lainnya yakni, UKM BITA hanya UKM di wilayah fakultas, sedangkan UKM Ready itu UKM universitas, disamping itu, meskipun sama-sama UKM syiar islami, UKM Ready lebih berfokus ke rebana saja, dari rebana banjari, habsyi dan modern yang berbeda dengan UKM BITA yang merupakan UKM religi fakultas, yang mencakup rebana, kaligrafi, tilawah, dan tahsin. Meskipun ada perbedaan tersebut, sejatinya sama-sama UKM yang menaungi bakat mahasiswa terutama di seni islami, Oleh karena itu, studi komparatif ini harapannya dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi kedua UKM dalam mengembangkan seni islami.

Penulis ARM

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama